Raih Banyak Prestasi, Wanita ini Pulang Ke Tanah Air Demi Lanjutkan Impiannya Yang Tertunda

Bandung, 01 Maret 2019 -  Wanita bernama lengkap Evlin Marcelline Fendrianto, dikenal sebagai seorang yang senang bercerita, mandiri, pintar dan senang memimpin. Evlin memiliki impian menciptakan software yang bisa dijadikan, standard kebutuhan dan sistem seluruh pengusaha baru di Indonesia. Impiannya mulai coba diwujudkan dengan  menjadi  Chief Executive Officer (CEO) dan Founder dari LENMARC.com. Perusahaannya pernah menerima 5 kali National Dean's List dan Hall of Fame dengan Status Cum Laude (GPA 3.81 of 4.00) sewaktu menyelesaikan kuliah S1 bidang informatikanya  di Universitas Kristen Maranatha (UKM), Setelah lulus kuliah S1 dengan gemilang, Evlin langsung dipanggil bekerja menjadi Dosen Luar Biasa di UKM dan disaat yang sama juga mulai merintis perusahaan  Software house bernama LENMARC.com. 2 Tahun Perusahaan berjalan, Evlin merasa tidak cukup dengan keahliannya di bidang IT, kebetulan Evlin mendapatkan beasiswa S2 Bisnis di Changchun University of Science and Technology China, Evlin memilih melanjutkan studinya dulu.  Kembali dengan hasil yang sangat memuaskan, Evlin ditawari untuk melanjutkan studi S3, tetapi Evlin menolak dan memilih untuk pulang ke Tanah Air, untuk melanjutkan impian bisnisnya yang tertunda. Sekarang 175 produk IT yang dimiliki perusahaannya, semuanya berbahasa Indonesia, dengan harga yang terjangkau,  bisa dipakai di seluruh jenis device seperti handphone, laptop, komputer, android, ios yang juga memiliki konektivitas tanpa batas di seluruh merk hardware. Impiannya tersebut didukung suaminya, Vishnu Valentino yang juga seorang  Chief Technology Officer (CTO) dan Founder dari LENMARC.com.

Keputusan yang di anggapnya benar, adalah berani melangkah walaupun itu terlihat sulit “Motto hidup saya adalah Never Give Up! (janganmenyerah). Di perjalanan saya selama ini, saya belajar banyak tentang kegagalan dan keberhasilan, tetapi saya menemukan kuncinya yaitu, saat lelah, beristirahatlah, bukan malah berhenti. Karena tidak akan pernah ada keberhasilan jika kita tidak terus mencobanya. Potensi itu ditemukan, jika kita mau menggali dan melewati proses-prosesnya,tegas Evlin.  

Sebagai Ibu dari  satu orang putri,  di tengah kesulitannya tersebut, Evlin akhirnya menemukan sebuah slogan 3B, Bersyukur, Berjuang, Berarti. “Syukuri apa yang ada di tangan kita sekarang, karena itu semua adalah titipan, panggilan dan kepercayaan dari Sang Pencipta bahwa kita mampu. Perjuangkanlah hal tersebut karena intinya orang hidup adalah menjadi berarti. apa yang menjadi panggilan hidupmu, cintai apa yang dikerjakan, jadilah dampak dan arti selama hidupkita, karena pada akhirnya tidak ada yang kita bawa saat kita dipanggil Tuhan Yang Maha Esa.